Sedih,
Kecewa dan juga jengkel mungkin itulah ungkapan yang paling tepat untuk saat
ini. Nilai tukar rupiah yang terus mengalami penurunan berimbas pada naiknya
harga mesin fotocopy baru ataupun bekas, tidak hanya harga mesin fotocopy saja
yang mengalami kenaikan harga suku cadang dan sparepart pun juga mengalami
kenaikan.
Naiknya
harga suku cadang tersebut tentunya sangat membebani kami para pengusaha kecil
dan menengah. Ibaratnya sudah hasil usaha yang didapat tidak seberapa besar
namun biaya yang di keluarkan untuk melakukan perawatan mesin fotocopy juga
kian membengkak. Huft….!
Bahkan
tidak hanya itu kondisi ini di perparah dengan kelakuakn para imprtir mesin dan
suku cadang mesin fotocopy yang dengan sengaja menahan keluarnya barang guna
medapatkan keuntungan yang lebih banyak.
Beberapa
jenis mesin foto copy seperti Canon IR5000, IR600, IR6570, IR5075 terpantau
memliki peningkatan harga yang cukup signifikan. Kenaikan harga mesin fotocopy
berkisar antara 5 juta hingga 10 juta rupiah.
Bahkan
beberpa teman kami yang ingin membeli mesin fotocopy baru maupun bekas saat ini
lebih memelih untuk menunda rencanya untuk memeliki mesin baru. Alasanya mereka
lebih memilih menunggu nilai tukar rupiah kembali naik dengan harapan bahwa
kenaikan tersebut dapat membuat harga mesin fotocopy kembali setabil.
Jika
anda memliki rencana membeli mesin foto copy baru mungkin ide teman saya di
atas dapat menjadi bahan pertimbangan anda, sambil menunggu harga rupiah kembali
setabil.
Namun
apabila rencana anda memilki mesin fotocopy baru sudah tidak dapat di tunda
lagi sebaiknya anda berhati-hati karena biasanya keadaan ini akan di manfaatkan
oleh oknum-oknum nakal untuk menawarkan berbagai jenis mesin foto copy dengan
harga murah tapi memiliki kualitas barang yang sangat buruk bahkan cepat rusak.
Nah
semoga artikel tentang Harga mesin fotocopy naik akibat melemahnya nilai tukar
rupiah ini bermanfaat untuk kita semua. Bila menurut anda atikel ini sangat
membantu silahkan di share ke teman-teman anda yang mimiliki profesi sama
seperti kita. Kurang dan lebihnya saya mohon maaf.


0 komentar:
Posting Komentar